Minggu, 02 Januari 2011

peradaban dunia

PERADABAN LEMBAH SUNGAI INDUS

I           Letak Geografis

·           Di sebelah Utara berbatasan dengan China yang dibatasi Gunung Himalaya
·           Selatan berbatasan dengan  Srilanka yang dibatasi oleh Samudera Indonesia
·           Barat berbatasan dengan Pakistan
·           Timur berbatasan dengan Myanmar dan Bangladesh


II         Peradaban sungai Indus (2500 SM)

·           Kebudayaan kuno India ditemukan di kota tertua India yaitu daerah Mohenjodaro dan Harappa .
·           Penduduk Mohenjodaro & Harappa adalah bangsa Dravida
·           Mohenjodaro dan Harappa merupakan kota tua yang dibangun berdasarkan :
·           Perencanaan yang sudah maju
·           Rumah-rumah terbuat dari batu-bata
·           Jalan raya lurus dan lebar
·           Saluran air bagus
·           Terdapat hubungan dagang antara Mohenjodaro dan Harappa dengan Sumeria.

isim ma'rifat dan isim nakirah

Isim Berdasarkan Terdefinisi (Khusus) atau Tidak Terdefinisi (Umum)


النَّكِرَةُ




اَوَّلُهُ "ال"
المَعْرِفَة ُ
الاِسْمُ
اِسمُ ضَمِيْرٍ
ا

اِسمُ الإِِشَرَةِ


اِسمُ الْمَوْصُوْلِ


اِسمُ الْعَلَمِ


اِسمُ الْمُنَادَى


اِسمُ الإِضَافَةِ




Berdasarkan umum dan khususnya isim dibagi menjadi dua, yaitu isim nakiroh (umum) dan isim ma'rifat (khusus).

Direct and Indirect speech

Kalimat Langsung Dan Kalimat Tak Langsung

Bilamana reported speech menyatakan kata-kata yang sebenarnya, ini disebut direct speech (kalimat langsung). Kalimat-kalimat tersebut tidak dihubungkan oleh “that” melainkan harus ditandai dengan (tanda baca) koma.
Bilamana reported speech memberikan isi pokok kata-kata yang dipakai oleh si pembicara dan bukan kata-kata yang sebenarnya ini disebut indirect speech (kalimat tidak langsung). Dalam indirect speech kalimat-kalimat itu dihubungkan dengan kata “that”.
Bentuk waktu reporting verb tidak diubah, akan tetapi bentuk waktu reported speech harus diubah berdasarkan atas bentuk waktu reporting verb.
Dua cara perubahan bentuk waktu pada reported speech :

Direct and Indirect speech

Kalimat Langsung Dan Kalimat Tak Langsung

Bilamana reported speech menyatakan kata-kata yang sebenarnya, ini disebut direct speech (kalimat langsung). Kalimat-kalimat tersebut tidak dihubungkan oleh “that” melainkan harus ditandai dengan (tanda baca) koma.
Bilamana reported speech memberikan isi pokok kata-kata yang dipakai oleh si pembicara dan bukan kata-kata yang sebenarnya ini disebut indirect speech (kalimat tidak langsung). Dalam indirect speech kalimat-kalimat itu dihubungkan dengan kata “that”.
Bentuk waktu reporting verb tidak diubah, akan tetapi bentuk waktu reported speech harus diubah berdasarkan atas bentuk waktu reporting verb.
Dua cara perubahan bentuk waktu pada reported speech :
Peraturan I
Kalau reporting verb itu past tense, bentuk waktu kata kerja dalam reported speech itu harus diubah ke dalam salah satu dari empat bentuk past tense.
Direct Speech - Indirect Speech
Simple present - menjadi - Simple past
He said ” The woman comes “ He said that the woman came
Dari contoh di atas dapat disimpulkan perubahan untuk bentuk waktu dari reported speech sebagai berikut :
Direct Speech
Simple present
Present continuous
Present perfect
Present perfect continuous
Simple past
Past continuous
Future
Present
Indirect Speech
Simple past
Past continuous
Past perfect
Past perfect continuous
Past perfect
Past perfect continuous
Past
Past
Kekecualian :
Kalau reported speech berhubungan dengan kebenaran umum atau fakta yang sudah menjadi
kebiasaan, present indefinite atau simple present dalam reported speech tidak diubah ke dalam
bentuk lampau yang sesuai, melainkan tetap persis sebagaimana adanmya, contoh :
Direct Speech - Indirect Speech
He said, “The sun rises in the east” - He said that the sun rises in the east
Dalam reported speech, bila present tense diubah ke dalam past tense dengan peraturan I, kata sifat, kata kerja atau kata keterangan umumnya diubah:
Direct Speech
this = ini
these = ini
come = datang
here = di sini, ke sini
hence = dari sini
hither = ke tempat ini
ago = yang lalu
now = sekarang
today = hari ini
tomorrow = besok
yesterday = kemarin
last night = tadi malam
next week = minggu depan
thus = begini
contoh :
He said, “I will come here”.
Indirect Speech
that = itu
those = itu
go = pergi
there = di sana, ke sana
thence = dari sana
thither = ke tempat itu
before = lebih dahulu
then = pada waktu itu
that day = hari itu
next day = hari berikutnya
the previous day = sehari sebelumnya
the previous night = semalam sebelumnya
the following week = minggu berikutnya
so = begitu
He said that he would go there
Akan tetapi kalau this, here, now dan sebagainya menunjukan pada benda, tempat atau waktu ketika berbicara, maka tidak dilakukan perubahan.
Agus said, “This is my pen”. - Agus said that this was his pen
(ketika berbicara pena berada di tangan pembicara)
Peraturan II
1) Bila reported speech kalimat berita
Dengan peraturan ini reporting verb dianggap dalam present atau future tense tertentu dan kapan saja ini terjadi, bentuk waktu dari kata kerja dalam reported speech tidak diubah sama sekali dalam mengubah direct menjadi indirect speech.
Reporting verb - Reported speech
Present tense - Any tense (bentuk waktu apapun)
Direct : She says to her friend, ” I have been writing “.
Indirect : She says to her friend that he has been writing. (tidak berubah)
Direct : She has told you, ” I am reading “.
Indirect : She has told you that he is reading. (tidak berubah)
Direct : She will say, ” You have done wrongly “.
Indirect : She will tell you that you have done wrongly. (tidak berubah)
Direct : She will say,” The boy wasn’t lazy “.
Indirect : She will tell them that the boy wasn’t lazy. (tidak berubah)
2) Bila reported speech merupakan kalimat tanya
a) Reporting verb say atau tell diubah menjadi ask atau inquire. Dengan mengulangi kata tanya dan mengubah tenses jika pertanyaannya dimulai dengan kata tanya diberitakan.
Direct
He said to me, “Where are you going?”
He said to me, “What are you doing?”
Indirect
He asked me where I was going
He inquired of me what I was doing
b) Dengan menggunakan if atau whether sebagai penghubung antara reporting verb dan reported speech dan mengubah tenses, jika pertanyaannya dimulai dengan kata kerja diberitakan :
Direct
He said to me, “Are you going
away today?”
He asked me , “can you come along?”
Indirect
He asked me whether I was
going away that day.
He asked me if I could come along.
3) Kalimat perintah (imperative sentences)
Bila reported speech merupakan kalimat perintah, reporting verb say atau tell harus diubah menjadi kata kerja tertentu yang menandakan :
· command (perintah), misalnya ordered, commanded, dsb yang berarti menyuruh, memerintahkan.
· precept (petunjuk, bimbingan, didikan), misalnya advised yang berarti menasehati.
· request (permohonan), misalnya asked yang berarti meminta, memohon.
· entreaty (permohonan yang sangat mendesak), misalnya begged yang berarti meminta, memohon (dengan sangat).
· prohibition (larangan), misalnya forbade yang berarti melarang.
Dalam perubahannya dari kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, modus imperatif harus diganti dengan infinitif. Tegasnya, reported verb (kata kerja yang diberitakan atau kata kerja dalam reported speech) harus diubah menjadi infinitive with to.
a) Command :
Direct: He said to his servant, “Go away at once!”
Indirect:He ordered his servant to go away at once
b) Precept :
Direct: She said to her son, “Study hard!”
Indirect: He advised her son to study hard
c) Request :
Direct: He said to his friend, “Please lend me your pen!”
Indirect: He asked his friend to be kind enough to lend him his pencil
d) Entreaty :
Direct: He said to his master, “Pardon me, sir”
Indirect: He begged his master to pardon him.
e) Prohibition :
Direct: She said to her daughter, “Don’t go there”
Indirect: She forbade her daughter to go there
Kalau reporting verb say atau tell diubah menjadi reported verb ask, order, command dsb (tapi jika bukan forbid), predikatnya diubah ke dalam infinitive with to yang didahului oleh not atau no + infinitive with to.
Direct: She said to her daughter, “Don’t go there”
Indirect: She asked herdaughter not to go there.
4) Kalimat seru (exclamatory sentences)
Bilamana reported speech terdiri dari kalimat seru atau kalimat optatif, reporting verb say
atau tell harus diubah menjadi kata kerja tertentu yang semacam itu seperti exclaim, cry out,
pray dsb.
a) Exclamatory sentences
Direct: He said, “Hurrah! My old friend has come”
Indirect: He exclaimed with joy that his old friend had come.
b) Optative sentences (kalimat yang menyatakan harapan, pujian, dsb)
Direct: He said, “God bless you, my dear son “
Indirect: He prayed that God would bless his dear son

sosialisasi

1. Pengertian Proses Sosialisasi
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai bidang kehidupan yang berguna. Kehidupan bersama itu dapat dilihat dari beberapa segi. Misalnya dilihat dari aspek hukum.
Aktivitas sosial itu terjadi karena adanya aktivitas dari manusia dalam hubungannya dengan manusia lain. Jadi, dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan bentuk utama dari proses sosial.
Keseluruhan kebiasaan yang dimiliki manusia di bidang ekonomi, kekeluargaan, pendidikan, agama, politik, dan sebagainya harus dipelajari oleh setiap anggota baru masyarakat melalui suatu proses yang dinamakan sosialisasi. Menurut Berger, sosialisasi sebagai proses melalui bagaimana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Beberapa teori sosialisasi menurut para ahli sosiolog adalah sebagai berikut:

beberapa teori dalam sosiologi


Dimensi
Teori Fungsional - Struktural
Teori Konflik Sosial
Teori Interaksi - Simbolik
Orientasi  Kajian
Makro Sosial
Makro Sosial
Mikro Sosial
Inti pandangan tentang masyarakat
Masyarakat merupakan sebuah sistem yang bagian-bagiannya saling berhubungan dan relatif stabil karena didasarkan pada konsensus luas. Setiap bagian mempeunyai fungsi tertentu sehingga dapat menggerakkan kehidupan masyaakat secara keseluruhan.
Masyarakat merupakan sebuah sistem yang ditandai oleh ketidaksamaan sosial. Setiap bagian dalam masyarakat memberi keuntungan lebih besar pada kelompok tertentu daripada kelompok lainnya. Konflik terjadi karena ketidaksamaan sosial itu mendorong terjadinya perubahan sosial
Masyarakat merupakan sebuah proses interaksi sosial yang berlangsung terus menerus dalam waktu tertentu yang didasarkan pada komunikasi simbolik. Persepsi individu mengenai realitas berbeda-beda dan senantiasa berubah
Pertanyaan kunci yang hendak dijawab
Bagaimana masyarakat terintegrasi? Apakah yang menjadi unsur utama masyarakat? Bagaimana masing-masing bagian dalam masyarakat saling berhubungan? Apakah sumbangan masing-masing bagian terhadap berlangsungnya masyarakat?
Bagaimana masyarakat terpecah-pecah? Apakah pola utama ketidaksamaan sosial? Bagaimana kelompok masyarakat berupaya melindungi hak istimewa mereka? Bagaimana kelompok-kelompok masyarakat yang lain berusaha menentang status quo?
Bagaimanakah pengalaman bermasyarakat? Bagaimana manusia berinteraksi untuk menciptakan, melestarikan, dan mengubah pola-pola sosial? Bagaimana individu berusaha memebantuk relitas yang dipersepsi oleh yang lain? Bagaimana perilaku individu berubah dari satu situasi ke situasi yang lain?
Kekuatan
Mempunyai visi yang komprehensif, teratur, dan stabil mengenai masyarakat
Mampu menunjukkan masalah ketidakadilan struktural yang sesungguhnya terjadi dalam masyarakat
Mampu memberikan gambaran konkret mengenai bagaimana sesungguhnya masyarakat berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari
Kelemahan
Karena mengedepankan integrasi dan stabilitas sosial, teori ini cenderung mengabaikan relitas ketidaksamaan sosial dan cenderung konservatif / mendukung status quo. Karena terlalu berfokus pada masalah-masalah makro, maka teori ini kurang mampu memahami masalah-masalah mikro sehari-hari
Karena mengedepankan ketidaksamaan sosial, teori ini mengabaikan pentingnya nilai-nilai bersama yang menyatukan masyarakat. Karena terlalu fokus pada masalah-masalah makro, maka teori ini kurang mampu memahami masalah-masalah mikro sehari-hari
Karena terlalu berfokus pada masalah-masalah mikro, maka teori ini cenderung mengabaikan pengaruh budaya dan faktor sosial lainnya seperti kelas, etnisitas, dan gender terhadap perilaku masyarakat.
Tokoh
Auguste Comte, Herbert Spencer, Emile Durkheim, Talcott Parsons, Robert K. Merton
Karl Marx, George Simmel, W.E.B. Du Bois
George Herbert Mead, Erving Goffman

horoskop 2011


Horoskop 2011 - Buat kamu yang suka sekali dengan ramalan bintang dan zodiak, horoskop 2011 ini hadir dengan warna yang berbeda. bukan berdasarkan zodiak seperti ramalan 2011 kemarin, tapi berdasarkan shio.

Nah, bagaimana prediksi peruntungan anda seperti karir, kesehatan, keuangan dan asmara di tahun 2011 nanti? Bagaimana kondisi peruntungan anda di tahun SHIO kelinci 2011 nanti? Semuanya akan terungkap dalam horoskop 2011 berikut ini: